PADANG, 3 Februari 2026 – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar Dt. Nan Sati, menggelar buka puasa bersama puluhan jurnalis lintas organisasi di kediamannya, kawasan Gunung Pangilun, Kota Padang, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri wartawan dari Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI). Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog antara tokoh adat dan insan pers di Sumatera Barat dalam suasana Ramadan yang sarat makna.
Dalam sambutannya, Fauzi Bahar menekankan pentingnya peran media sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis dalam pembangunan daerah. Ia menyebutkan, jurnalis memiliki kontribusi besar dalam membangun opini publik yang sehat serta menjaga stabilitas sosial melalui penyajian informasi yang objektif dan berimbang.
“Media bukan sekadar penyampai berita, tetapi bagian dari kekuatan moral masyarakat. Kolaborasi yang baik antara insan pers dan lembaga adat akan melahirkan suasana yang kondusif bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Mantan Wali Kota Padang dua periode itu juga menegaskan komitmen lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau. Menurutnya, prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus terus digaungkan di tengah derasnya arus modernisasi. Dalam konteks tersebut, media memiliki peran vital untuk menyebarluaskan pesan-pesan kearifan lokal kepada generasi muda.
Menjelang waktu berbuka, Fauzi Bahar menyampaikan kultum singkat tentang pentingnya mempererat ukhuwah, menjaga integritas, serta menjunjung tinggi etika profesi. Ia mengajak para jurnalis untuk tetap profesional, independen, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Acara kemudian berlanjut dengan diskusi santai yang membahas isu-isu aktual di Sumatera Barat. Para wartawan memanfaatkan momen tersebut untuk bertukar pandangan mengenai dinamika pembangunan, tantangan industri media, serta peluang kolaborasi lintas organisasi demi menciptakan ekosistem pers yang sehat.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta melaksanakan salat Magrib berjamaah dan berbuka puasa bersama. Kebersamaan tersebut menjadi simbol soliditas antarjurnalis, meskipun berasal dari latar organisasi yang berbeda.
Para jurnalis yang hadir menyampaikan apresiasi atas inisiatif Ketua LKAAM Sumbar tersebut. Mereka menilai kegiatan silaturahmi semacam ini penting untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antara lembaga adat dan media.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Silaturahmi Ramadan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu mempererat hubungan kelembagaan serta mendukung terwujudnya Sumatera Barat yang harmonis, berbudaya, dan maju dalam berbagai sektor pembangunan.
(Put)

0 Komentar